Jumat, 11 Maret 2011

DRAMA BAHASA INDONESIA

Diposting oleh Unknown di 23.56
FITNAH DALAM PERSAHABATAN
Narator:  Suatu ketika Dyah dan Yuli bartemu dikoridor sekolah .
Dyah: Yuli, aku mau minta tolong…
Yuli: minta tolong apa, Dyah?
Dyah: Begini, si Naya minjem novelku dan aku pengen mengambilnya sekarang tapi Naya-nya lagi di ruang guru, jadi aku takut mengganggunya…
Dyah: Yaaa kan kamu sahabatnya Naya, pastinya kamu diijinin buat memeriksa tasnya kan Naya. Tolong ambilin novelku dong di tasnya Naya .
Yuli: Hhhmm… oke deh(sambil belalu pergi)
Dyah: Aku tunggu disini, ya! (sedikit berteriak)


Narator: Tanpa disadari oleh Yuli, Dyah mengikutinya dari belakang sambil membawa handphone berkamera yang ia punya .
Yuli memasuki kelas dan menuju ke bangku Naya . Dan pada saat itu juga ada Zhira yang sedang membaca buku . Zhira melihat Yuli mengacak-ngacak tas milik Naya, namun Zhira tidak mengetahui bahwa yang diambil oleh Yuli itu adalah novel milik Dyah yang dipinjam oleh Naya karena Zhira langsung kembali serius dangan buku yang dibacanya . Disaat Yuli mengcak-ngacak tas Naya itu, Dyah memotret perlakuan Yuli tersebut, lalu ia berlari kembali ke koridor .
Narrator: Di koridor, Dyah dan Yuli kembali bertemu .
Yuli: Nih novelmu ! (menyodorkan novel kepada Dyah)
Dyah: Oh, makasih ya, yul ! (sambil tersenyum licik)
Narrator: Yuli kembali ke kelas untuk menemui Zhira .
Yuli: Zhira, ke kantin , yuk ! teman sekelas semuanya lagi makan di sana !
Zhira: Ayo ! Aku juga sudah mulai lapar nih !
            Selagi kelas sepi, Dyah memasuki kelas dan mengambil uang Naya sebesar Rp. 300.000,00 yang ada di tas milik Naya .
Narrator: Semua murid kembali dari kantin, Naya pun membuka tasnya dan mengambil uangnya untuk membayar uang buku.
Naya: Loh?! Kok uangku ke mana??
Zhira: Uang apa, Nay?
Naya: Uang buku! Tadi aku taruh di tas !
Zhira: Jangan-jangan ada yang mengambilnya?
Naya: Mmm… tapi siapa?
Zhira: Aku juga kurang tau sih…
Rini: Eh! Katanya Bu Ratna semua murid disuruh langsung pulang saja !
Naya: Ya, sudah… aku pulang duluan ya !
Narator: Zhira belum pulang sekolah. Ia masih membereskan buku, kemudian Dyah mndekati Zhira .
Dyah: Eh, Zhira . Kayaknya aku tau siapa yang mengambil uang Naya…
Zhira: Oh ya? Siapa, Dyah?
Dyah: Lihat deh foto ini (memperlihatkan layar handphonenya)
Zhira: Hah? Tidak mungkin Yuli pelakunya .
Dyah: Tapi inilah buktinya yang ada sekarang !
Zhira: Iya sih aku liat sendiri Yuli ngacak-ngacakin tasnya Naya!
Dyah: Maka dari itulah…… Eh! Kamu pulang naik apa, Zhir?
Zhira: Naik angkot , yah . Emangnya kenapa?
Dyah: pulang bareng yuk ?!
Zhira: Iya, ayo pulang ! (sambil tersenyum)
Narrator: Akhirnya, Dyah dan Zhira pulang bersama . Dan Dyah pun menawarkan untuk mengirimkan bukti  foto itu ke handphone Zhira .
Dyah: Zhir, kamu mau tidak bukti foto ini??
Zhira: Hhmm… gimana ya ?? Boleh deh, nanti aku mau perlihatkan foto ini sama Naya, pasti dia tidak menyangka !!
Dyah: Oke deh … hehehe
Keesokan harinya, Naya, Zhira, dan Rini berkumpul di kelas meraka sambil membicarakan soal masalah hilangnya uang Naya .
Zhira: Eh, lihat deh ini,… pasti kalian kaget dan tidak menyangka… !
Naya: Emangnya apaan sih, kok kayaknya penting amat ???
Zhira: Lihat aja fotonya !!
Rini: Hah? Tidak mungkin  Yuli pelakunya (sambil terkejut)
Naya: Hah? Emangnya benar si Yuli yang mengambil uang bukuku itu , benar-benar anak itu yah, emangnya aku kurang baik apa sama dia???
Naya pun merasa sangat kecewa atas perbuatan Yuli yang  ia lakukan terhadap dirinya dan semua orang pun tidak ada yang menyangka atas perbuatan yang Yuli lakukan .
Rini: Emangnya kamu dapat dari mana foto itu, Zhir??
Zhira: Saya dapat foto itu dari Dyah, emangnya kenapa Rin…??
Rini: Mmmm… tunggu sebentar… !
Narrator: Rini keluar dari kelas dan mecari Yuli dan Dyah lalu mengajak meraka ke kelas.
Rini: Yul, saya mau menanyakan sesuatu, boleh? Tapi saya harap kamu tidak merasa tersinggung yah???
Yuli: Boleh saja, emangnya kamu mau tanya apa, Rin?
Rini: Apa benar kamu yang mengambil uangnya Naya?
Yuli: TIDAK ! Kenapa kalian semua menuduhku?
Rini: Kita semua tidak menuduh tapi … ! Zhira kasih lihat bukti yang kau punya itu…
Zhira: Nih, buktinya (memperlihatkan layar handphonenya)
Yuli: Astagfurullah… ini aku kan  wakt aku diminta tolong oleh Dyah buat mengambilkan novel di dalam tasnya Naya !
Naya: Oh iyaya…, pantesan novel yang saya pinjam dari Dyah tidak ada kirain sudah hilang (sambil menghela nafas)
Dyah pun mulai tegang dan panik . Ia takut kedoknya terbongkar dan dimusuhi satu kelas . Akhirnya Yuli menceritakan semua kesalah fahaman tersebut .
Yuli: Waktu itu Dyah meminta tolong aku untuk mengambil novel ditasnya Naya karena Naya lagi di ruang guru takutnya menggangu jadi aku ambil sendiri .
Semuanya pun diam dan tak ada yang berani bicara .
Yuli: Siapa sih, yang memotret aku? Zhir, kamu dapat foto itu dari mana???
Zhira: Aku dapat foto itu dari Dyah…
Yuli: Loh? Dyah? Masa dari kamu sih, Dyah…??
Dyah: I…i…i…iyaa maa…aaffin aku yaa.., yul? (sambil terbata-bata karena ketakutan)
Rini: Terus kenapa kau mau menfitnah dan mengadu domba, Yuli, Naya, dan Zhira seperti itu, Emangnya mereka salah apa sama kamu, hah??? (sambil menggeretak Dyah)
Dyah: Maa…afin aku ya Yuli, aku tidak bermaksud tapi aku Cuma iri saja dengan PERSAHABATAN kalian .
Yuli: Iri… iri kenapa??
Naya: Tapi yang kamu lakukan itu sudah kelewatan, Dyah… !
Dyah pun menyesal dan merasa sangat malu atas apa yang ia lakukan terhadap Naya, Zhira dan Yuli .
Dyah: Dulu saya pernah punya sahabat sama seperti kalian bertiga . Akan tetapi karena ada salah faham dan masalah yang tak kunjung selesai . Akhirnya kami pun bermusuhan satu sama lain dan saling membenci. Jadi, aku pun puny aide untuk menghancurkan persahabatan kalian, akan tetapi semuanya percuma saja .
Zhira: Oh ternyata begitu ya. Tapi kok kamu tega begitu sih sama kami, otakmu picik sekali ternyata … !!
Narrator: Akhirnya Dyah menyesali perbuatan yang ia lakukan dan ia pun meminta maaf pada Naya, Zhira, dan Yuli .
Dyah: Aku minta maaf ya teman-teman . Aku menyesal dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya bersungguh-sungguh, jadi tolong maafkan saya.
Yuli: Ya sudah, Tidak apa-apa kok. Yang penting kau sudah menyesalisemua perbuatanmu dan masalahnya sekarang sudah selesai .
Dyah: Serius, kalian semua mau maafin saya . Saya jadi malu .
Yuli: Saya serius dan saya pun ikhlas dari lubuk hati saya yang paling dalam, betulkan Zhira, Naya, Rini??
Mereka pun menjawab dengan serentak
Zhira, Naya dan Rini: Iya , kita semua memaafkanmu (sambil tersenyum)
Dyah: Kalian seriuskan ?? MAKASIH YA TEMAN-TEMAN . (sambil membalas senyuman Zhira, Naya dan Rini)
Zhira: Terus uangnya masih ada, kan?
Dyah: Masih… masih ada kok (mengambil  uang yang ada di tasnya). Ini uang kamu (menyodorkan uang tersebut kepada Naya) . Maaf ya… aku mencuri uangmu . Soalnya uang buku yang ibuku kasih sudah habis dipakai buat jajan di kantin .
Naya: Sudahlah… yang pentingkan kamu sudah sadar dan sudah menyesalinya , tapi ingat jangan kau ulangi lagi perbuatanmu itu ya??
Dyah: iya, maaf ya teman-teman dan terima kasih yah Rini karena kamu saya sadar atas perlakuan yang saya lakukan .
Rini: Iya sama-sama Dyah . Tapi sampai kapan kamu mau minta maaf sama kita semua hah???
Dyah: Hah? Iya juga ya .
Naya: Oke . Sekarang semua permasalahan sudah selesai dan sekarang kita bisa menjadi SAHABAT untuk SELAMANYA .
------------------------------------------* SELESAI*----------------------------------------

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Blog ini berisi tentang ilmu pengetahuan Dan materi-materi pelajaran Semoga bermanfaat

About Me

Pengikut

 

YuLinaR Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos