FITNAH DALAM PERSAHABATAN
Narator:
Suatu ketika Dyah dan Yuli bartemu dikoridor sekolah .
Dyah: Yuli, aku mau minta tolong…
Yuli: minta tolong apa, Dyah?
Dyah: Begini, si Naya minjem novelku dan
aku pengen mengambilnya sekarang tapi Naya-nya lagi di ruang guru, jadi
aku takut mengganggunya…
Dyah:
Yaaa kan kamu sahabatnya Naya, pastinya kamu diijinin buat memeriksa
tasnya kan Naya. Tolong ambilin novelku dong di tasnya Naya .
Yuli: Hhhmm… oke deh(sambil belalu
pergi)
Narator:
Tanpa disadari oleh Yuli, Dyah mengikutinya dari belakang sambil
membawa handphone berkamera yang ia punya .
Yuli memasuki kelas dan menuju ke
bangku Naya . Dan pada saat itu juga ada Zhira yang sedang membaca buku .
Zhira melihat Yuli mengacak-ngacak tas milik Naya, namun Zhira tidak
mengetahui bahwa yang diambil oleh Yuli itu adalah novel milik Dyah yang
dipinjam oleh Naya karena Zhira langsung kembali serius dangan buku
yang dibacanya . Disaat Yuli mengcak-ngacak tas Naya itu, Dyah memotret
perlakuan Yuli tersebut, lalu ia berlari kembali ke koridor .
Narrator:
Di koridor, Dyah dan Yuli kembali bertemu .
Yuli: Nih novelmu ! (menyodorkan novel
kepada Dyah)
Dyah:
Oh, makasih ya, yul ! (sambil tersenyum licik)
Narrator:
Yuli kembali ke kelas untuk menemui Zhira .
Yuli: Zhira, ke kantin , yuk ! teman
sekelas semuanya lagi makan di sana !
Zhira: Ayo ! Aku juga sudah mulai lapar
nih !
Selagi
kelas sepi, Dyah memasuki kelas dan mengambil uang Naya sebesar Rp.
300.000,00 yang ada di tas milik Naya .
Narrator:
Semua murid kembali dari kantin, Naya pun membuka tasnya dan mengambil
uangnya untuk membayar uang buku.
Naya:
Loh?! Kok uangku ke mana??
Zhira:
Uang apa, Nay?
Naya:
Uang buku! Tadi aku taruh di tas !
Zhira: Jangan-jangan ada yang
mengambilnya?
Naya:
Mmm… tapi siapa?
Zhira:
Aku juga kurang tau sih…
Rini:
Eh! Katanya Bu Ratna semua murid disuruh langsung pulang saja !
Naya: Ya, sudah… aku pulang duluan ya !
Narator:
Zhira belum pulang sekolah. Ia masih membereskan buku, kemudian Dyah
mndekati Zhira .
Dyah:
Eh, Zhira . Kayaknya aku tau siapa yang mengambil uang Naya…
Zhira: Oh ya? Siapa, Dyah?
Dyah: Lihat deh foto ini (memperlihatkan
layar handphonenya)
Zhira:
Hah? Tidak mungkin Yuli pelakunya .
Dyah: Tapi inilah buktinya yang ada
sekarang !
Zhira:
Iya sih aku liat sendiri Yuli ngacak-ngacakin tasnya Naya!
Dyah: Maka dari itulah…… Eh! Kamu pulang
naik apa, Zhir?
Zhira:
Naik angkot , yah . Emangnya kenapa?
Dyah: pulang bareng yuk ?!
Zhira: Iya, ayo pulang ! (sambil
tersenyum)
Narrator: Akhirnya, Dyah dan Zhira
pulang bersama . Dan Dyah pun menawarkan untuk mengirimkan bukti foto
itu ke handphone Zhira .
Dyah:
Zhir, kamu mau tidak bukti foto ini??
Zhira: Hhmm… gimana ya ?? Boleh deh,
nanti aku mau perlihatkan foto ini sama Naya, pasti dia tidak menyangka
!!
Dyah: Oke deh … hehehe
Keesokan harinya, Naya, Zhira, dan
Rini berkumpul di kelas meraka sambil membicarakan soal masalah
hilangnya uang Naya .
Zhira:
Eh, lihat deh ini,… pasti kalian kaget dan tidak menyangka… !
Naya: Emangnya apaan sih, kok kayaknya
penting amat ???
Zhira:
Lihat aja fotonya !!
Rini:
Hah? Tidak mungkin Yuli pelakunya (sambil terkejut)
Naya: Hah? Emangnya benar si Yuli yang
mengambil uang bukuku itu , benar-benar anak itu yah, emangnya aku
kurang baik apa sama dia???
Naya
pun merasa sangat kecewa atas perbuatan Yuli yang ia
lakukan terhadap dirinya dan semua orang pun tidak ada yang menyangka
atas perbuatan yang Yuli lakukan .
Rini: Emangnya kamu dapat dari mana foto
itu, Zhir??
Zhira:
Saya dapat foto itu dari Dyah, emangnya kenapa Rin…??
Rini: Mmmm… tunggu sebentar… !
Narrator:
Rini keluar dari kelas dan mecari Yuli dan Dyah lalu mengajak meraka ke
kelas.
Rini:
Yul, saya mau menanyakan sesuatu, boleh? Tapi saya harap kamu tidak
merasa tersinggung yah???
Yuli:
Boleh saja, emangnya kamu mau tanya apa, Rin?
Rini: Apa benar kamu yang mengambil
uangnya Naya?
Yuli:
TIDAK ! Kenapa kalian semua menuduhku?
Rini: Kita semua tidak menuduh tapi … !
Zhira kasih lihat bukti yang kau punya itu…
Zhira: Nih, buktinya (memperlihatkan
layar handphonenya)
Yuli:
Astagfurullah… ini aku kan wakt aku diminta tolong oleh
Dyah buat mengambilkan novel di dalam tasnya Naya !
Naya: Oh iyaya…, pantesan novel yang
saya pinjam dari Dyah tidak ada kirain sudah hilang (sambil menghela
nafas)
Dyah pun mulai tegang dan panik .
Ia takut kedoknya terbongkar dan dimusuhi satu kelas . Akhirnya Yuli
menceritakan semua kesalah fahaman tersebut .
Yuli: Waktu itu Dyah meminta tolong aku
untuk mengambil novel ditasnya Naya karena Naya lagi di ruang guru
takutnya menggangu jadi aku ambil sendiri .
Semuanya pun diam dan tak ada yang
berani bicara .
Yuli:
Siapa sih, yang memotret aku? Zhir, kamu dapat foto itu dari mana???
Zhira: Aku dapat foto itu dari Dyah…
Yuli: Loh? Dyah? Masa dari kamu sih,
Dyah…??
Dyah:
I…i…i…iyaa maa…aaffin aku yaa.., yul? (sambil terbata-bata karena
ketakutan)
Rini:
Terus kenapa kau mau menfitnah dan mengadu domba, Yuli, Naya, dan Zhira
seperti itu, Emangnya mereka salah apa sama kamu, hah??? (sambil
menggeretak Dyah)
Dyah:
Maa…afin aku ya Yuli, aku tidak bermaksud tapi aku Cuma iri saja dengan
PERSAHABATAN kalian .
Yuli:
Iri… iri kenapa??
Naya:
Tapi yang kamu lakukan itu sudah kelewatan, Dyah… !
Dyah pun menyesal dan merasa sangat
malu atas apa yang ia lakukan terhadap Naya, Zhira dan Yuli .
Dyah: Dulu saya pernah punya sahabat
sama seperti kalian bertiga . Akan tetapi karena ada salah faham dan
masalah yang tak kunjung selesai . Akhirnya kami pun bermusuhan satu
sama lain dan saling membenci. Jadi, aku pun puny aide untuk
menghancurkan persahabatan kalian, akan tetapi semuanya percuma saja .
Zhira: Oh ternyata begitu ya. Tapi kok
kamu tega begitu sih sama kami, otakmu picik sekali ternyata … !!
Narrator:
Akhirnya Dyah menyesali perbuatan yang ia lakukan dan ia pun meminta
maaf pada Naya, Zhira, dan Yuli .
Dyah:
Aku minta maaf ya teman-teman . Aku menyesal dan aku berjanji tidak
akan mengulanginya lagi. Saya bersungguh-sungguh, jadi tolong maafkan
saya.
Yuli:
Ya sudah, Tidak apa-apa kok. Yang penting kau sudah menyesalisemua
perbuatanmu dan masalahnya sekarang sudah selesai .
Dyah: Serius, kalian semua mau maafin
saya . Saya jadi malu .
Yuli:
Saya serius dan saya pun ikhlas dari lubuk hati saya yang paling dalam,
betulkan Zhira, Naya, Rini??
Mereka
pun menjawab dengan serentak
Zhira,
Naya dan Rini: Iya , kita semua memaafkanmu (sambil tersenyum)
Dyah: Kalian seriuskan ?? MAKASIH YA
TEMAN-TEMAN . (sambil membalas senyuman Zhira, Naya dan Rini)
Zhira: Terus uangnya masih ada, kan?
Dyah: Masih… masih ada kok (mengambil
uang yang ada di tasnya). Ini uang kamu (menyodorkan uang
tersebut kepada Naya) . Maaf ya… aku mencuri uangmu . Soalnya uang buku
yang ibuku kasih sudah habis dipakai buat jajan di kantin .
Naya: Sudahlah… yang pentingkan kamu
sudah sadar dan sudah menyesalinya , tapi ingat jangan kau ulangi lagi
perbuatanmu itu ya??
Dyah:
iya, maaf ya teman-teman dan terima kasih yah Rini karena kamu saya
sadar atas perlakuan yang saya lakukan .
Rini: Iya sama-sama Dyah . Tapi sampai
kapan kamu mau minta maaf sama kita semua hah???
Dyah: Hah? Iya juga ya .
Naya: Oke . Sekarang semua permasalahan
sudah selesai dan sekarang kita bisa menjadi SAHABAT untuk SELAMANYA .
------------------------------------------*
SELESAI*----------------------------------------
0 komentar:
Posting Komentar